Selamat Datang Di Urie's Blog

Kamis, 14 Oktober 2010

INDIVIDU, KELUARGA & MASYARAKAT


BAB. III.  INDIVIDU, KELUARGA & MASYARAKAT


I.              Pertumbuhan Individu

a.    Pengertian Individu
Individu berasal dari kata latin.”individuum” artinya”yang tak terbagi”.Dalam ilmu sosial,individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa,yang tak seberapa mempengaruhi kehidupan manusia.Individu bukan berati manusia sebagai suatu keseluruhan yang  tak dapat dibagi,melainkan sebagai kesatuan yang terbatas,yaitu sebagai manusia perseorangan.Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serrta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tuga kemungkinan : meyimpang dari norma kolektif,kehilangan individualitas atau takhluk terhadap kolektif,dan mempengaruhi masyarakat seperti adanya tokoh pahlawan atau pengacau.

b.  Pengertian Pertumbuhan
Menurut  para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat,bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi..Dapat disimpulkan pengertian tentang proses asosiasi adalah terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena adanya pengaruh.
Lain halnya dengan pendapat dari aliran psikologi Gestalt tentang pertumbuhan..Menurut para ahli dan aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi.Menurut proses ini keseluruhan yang lebih dulu ada,baru kemudian menyusul bagian-bagiannya.Jadi dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan itu adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal  sesuatu secara keseluruhan baru  baian-bagiannya.




c.   Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
1)   Pendirian nativistik
   Menurut para ahli dari golongan ini menunjukkan berbaagai kesempatan ataukemiripan antaraorang tua dengan anaknya.Misalnya dengan adanya suatu keahlian yanga dimiliki oleh salah atu orang tua maka kemungkinan besar sang anak pun akan memiliki keahlian yang sama.

2)   Pendirian Empiristik dan Environmentalistik.
 Pendirian ini berlawanan dengan pendirian nativistik.Para ahli berpendapat,bahwa pertumbuhan individu semata-mataa tergantung pada lingkungan sedang dasr tidak berperan sama sekali.Pendirian semacam inidisebut pendirian yang environmentalistik.
3)   Pendirian konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya.Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar(bakat) dan lingkungan.

II.           Fungsi Keluarga

1.    Fungsi biologis :
·      Meneruskan keturunan
·      Memelihara dan membesarkan anak
·      Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
·      Memelihara dan merawat anggota keluarga

2.    Fungsi Psikologis :
·      Memberikan kasih sayang dan rasa aman
·      Memberikan perhatian di antara anggota keluarga
·      Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
·      Memberikan identitas keluarga

3.    Fungsi sosialisasi :
·      Membina sosialisasi pada anak
·      Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak
·      Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga




4.    Fungsi ekonomi :
a.    Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
b.    Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
c.    Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang (pendidikan, jaminan hari tua)

5.    Fungsi pendidikan :
a.    Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya.
b.    Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
c.    Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya.


a.    Pengertian Keluarga
Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.

b.    Macam – Macam
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/dirinci kedalam beberap fungsi:
a)    Fungsi Biologis
Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan . Dan setiap menusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.

b)   Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap  anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut:
1.    Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah
2.    Gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat-obatan
3.    Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar tembok dll
Bila dalam keluarga fungsi ini dijalankan dengan sebaik-baiknya maka sudah tentu akan membantu terpeliharanya keamanan dalam masyarakat pula. Sehingga terwujud suatu masyarakat yang terlepas dari segala gangguan apapunyang terjadi.

c)    Fungsi  Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu:
1.    Kebutuhan makan dan minum
2.    Kebutuhan pakian untuk menutup tubuhnya
3.    Kebutuhan tempat tinggal

d)   Fungsi keagamaan
Di Negara Indonesia yang berideologi pancasila diwajibkan pada setiao warganya untuk menghayati, mendalami, dan mengamalkan pancasila didalam perilaku dan kehidupan keluarganya.
Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Dengan demikian akan tercermin bentuk masyarakat yang pancasila apabila semua keluarga melaksanakan P4 dan fungsi keluarga itu.

e)    Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan – peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.

III.        Individu, Keluarga, Masyarakat
a.    Pengertian Keluarga
Ada beberapa pandangan mengenai keluarga. Menurut Sigmund Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga social sebagai hasilfaktor-faktor politik, ekonomi dan lingkunagn.
Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa kekuarga adalah kumpulan beberapa orang  yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggapannya.

b.    Golongan Masyarakat
·      Masyarakat sederhana : dalam lingkungannya masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
·      Masayarakat maju : masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial. Atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
c.    Perbedaan Antara Masyarakat Industri & Non
Ø Masyarakat non industri
Terbagi menjadi dua kelompok :

1)    Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.

2)   Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.


Ø Masyarakat Industri
Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu. Contoh-contohnya : tukang sepeda, tukang sandal, tukang bubur, dsb.




IV.       Hubungan Antar Individu, Keluarga, Masyarakat
a.    Makna Individu
Manusia adalah mahluk individu. Mahluk individu berarti mahluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya.
Para ahli psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan dan sebagai kesatuan.
Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas dari tubuh yang lain.

b.    Makna Masyarakat
Menganai makna masyarakat, dikemukakan beberapa definisi yaitu :
·      Oleh M.J Herskovist :  Masyarakat adalah kelompok individu yang di                          organisasikan dan menguikuti satu cara hidup tertentu.

·      Oleh hasan Shadily : Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa        manusia dengan atau karena sendirinya,bertalian secara    golongan dan mempuntai pengaruh kebatinan satu sama       lain.

c.    Hubungan Antara Masyarakat, Individu, Keluarga
Adanya aspek organis-jasmaniah, psikis-rohaniah, dan sosial kebersamaan yang melekat pada individu, mengakibatkan bahwa kodratnya ialah untuk hidup bersama manusia lain. Pada hewan, kolektivitas bersifat naluriah, pada manusia, di samping rohaniah juga karena nalar, menimbulkan kesadaran membagi peranan dalam hidup berkelompok sehingga perjuangan hidup menjadi ringan.
Menurut Durkheim kebersamaannya dapat dinilai sebagai “mekanistis”, merupakan solidaritas “organis”, yaitu atas dasar saling mengatur. Selain kepentingan individual, diperlukan suatu tata hidup yang mengamankan kepentingan komunal demi kesejahteraan bersama. Perangkat tatanan kehidupan bersama menurut pola tertentu kemudian berkembang menjadi apa yang disebut “pranata” sosial” atau abstraksi yang lebih tinggi lai, dinamakan “kelembagaan” atau “institusi”.


Individu barulah individu apabila pola perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Kekhasan atau penyimpangan dari pola perilaku kolektif menjadikannya individu, menurut relasi dengan lingkungan sosialnya yang bersifat majemuk serta simultan. Dari individu dituntut kemampuan untuk membawa dirinya secara konsisten, tanpa kehilangan identitas nilai etisnya. Relevan dengan relasi – relasi sesaat antara dirinya dengan berbagai perubahan lingkungan sosialnya. Satuan – satuan lingkungan sosial yang melingkari individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas, masyarakat, dan nasion. Individu mempunyai “karakter”, maka satuan lingkungan mempunyai “karakteristik” yang setiap kali berbeda fungsinya, struktur, peranan, dan proses – proses yang berlangsung di dalam dirinya. Posisi, peranan dan tingkah lakunya diharapkan sesuai dengan tuntutan setiap satuan lingkungan sosial dalam situasi tertentu.

V.          Urbanisasi
a.    Pengertian
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa atau daerah
ke kota. Urbanisasi terjadi karena adanya anggapan bahwa kota adalah
tempat untuk merubah nasib, tempat untuk mencari penghidupan yang lebih baik dan tempat untuk mencari kesenangan.
b.    Proses Terjadinya
Proses urbanisasi dapat terjadi dengan lambat maupun cepat. Bagaimana tergantung daripad keadaan masyarakat yang  .Proses tersebut terjadi dengan menyangkut dua aspek, yaitu:
-       Pertumbuhannya masyarakatdesa menjadi masyrakat kota
-       Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa (pada umumnya karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan di kota)

Sehubungan dengan proses tersebut diatas, maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang baik.Akibatnya adalah, sebab suatu daerah mempunyai daya tarik sedemikian rupa , sehinggaorang-orang pendatang semakin banyak. Secara umumdapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah sebagai berikut:
1.    Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi ibukota( contoh: Jakarta)
2.    Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha perdagangan , seperti misalnya sebuah kota dekat pelabuhan atau sebuah kota yang letaknya dekat pada sumber-sumber bahan-bahanmentah.
3.    Timbulnya industry di daerah itu ,yang memproduksi barang-barang maupun jasa-jasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar